PERBENGKELAN III

 



     Jelaskan fungsi kegunaan dari Penggunaan pendinginan yang berupa zat cair Pada  saat proses pekerjaan penggerindaan sedang di lakukan
     Jawab :
  Pendinginan di gunakan untuk menghilangkan panas yg di hasilkan oleh gesekan pd saat penggerindaan, pd penggerindaan yg presisi hal ini sangat penting.Pd pengerjaan yg mencegah pengeliatan atau pecah yg sangat halus, yg dptdi timbulkan oleh adanya panas lokal yg sangat tinggi.
      
-     Cairan pengerinda juga harus melindungi permukaan roda gerinda dan
Muatan atau di penuhi oleh beram ( sayatan ) untuk menjaga benda kerja
Yg teliti dan berkualitas tinggi pd pengerjaan akhir pendingin sangat baik
apabila di beri saringan pemisah untuk memisahkan kotoran 2 dari pendingin.

-     Pendingin pendinginan yg baik memiliki anti karat, menurunkan panas yg
tinggi dan tidak mudah panas, pelumas yg baik mengatur menurunkan panas
berikutnya dan mempunyai daya pancar yg cepat bila di tambah air.

-    Penggerinda hendaknya di perhatikan penekanan pahat yg semestinya,
Celupkan kedalam air secara teratur agar tidak berubah sifat kekerasannya
akibat suhu / panas terjadi jangan dilupakan memakai kaca mata pengaman,
pada mesin gerinda dan pada operator, gunakan selalu jenis kacamata tertutup.
    
·    Untuk mendapatkan hasil benda kerja yang baik dg diperhatikan posisi batu gerinda. Jelaskan :
a. Cara Membuat keseimbangan (Balance) pada batu-gerinda ?
      b. Mencari titik berat keseimbangan batu-gerinda   ?
     Jawab :
a.   Cara membuat keseimbangan ( Balance ) batu gerinda adalah :
-  pasangkan batu gerinda pada mesin.
-  Lepaskan beban keseimbangan.
 -  Bersihkan bagian - bagian sudut luar dan dalam.
-  Tempatkan gerinda pada sepindel dengan di keraskan.
-  Ulir pd sepindel adalah ulir kiri, sehingga mur pengunci diputar 
    berlawanan dengan arah jarum jam.
-  Tempatkan ring penahan batu gerinda.
-  Putarkan batu gerinda dan biarkan mesin berputar, sampai putaran dalam keadaan normal.
-  Ratakan permukaan dari pada batu gerinda.
-  Kalau diameter batu gerinda lebih besar dari 10 ” haluskan bagian sisinya.
-  Pergunakan Dresser diamond dengan pemakaian halus, sehingga permukaan
   Batu gerinda menjadi halus dan rata.
       
b.   Mencari titik berat keseimbangan batu gerinda adalah :
-  Kedudukan poros dengan batu harus membentuk sudut tegak lurus
-  Putar perlahan – lahan sampai berhenti sendiri.
-  Tandai dgn kapor pada titik terberat.
-  Putarkan ke kiri dan ke kanan untuk menentukan dan meyakinkan titik 
   berat.
-  Pindahkan titik terberat itu pada posisi 900 
-  Bilamana titik yg di tandai kapur itu bergarak cepat, berarti batu gerinda betul
   betul tidak seimbang.
-  Geser dengan posisi 3 mm dan ulangi seperti tadi samp[ai jelas jelas sekali
   Tidak seimbang.
-  Lepaskan batu gerinda pada alat pemeriksa.
-  Pasang pada mesin dan ratakan memakai alat perata / Dresser
-  Periksa kembali dengan alat pemeriksa.
   

·   mesin bubut digunakan untuk mengerjakan dan membentuk benda-benda pekerjaan yang berbentuk bundar,
tirus maupun membuat lubang atau ulir.Sebutkan jenisnya secara prinsip dan jelaskan fungsi dari masing2 mesin Bubut tsb ?
Jawab :
       Jenis – jenis mesin bubut dan fungsunya  :
a)   Mesin bubut ringan
       Fungsinya  : Untuk mengerjakan benda – benda kerja yg berukuran
                            kecil,Mesin ini terbagi atas mesin bubut bangku, 
                            dan model lantai Konstruksinya merupakan gambar 
                            mesin bubut yg besar dan berat.
          b)  Mesin bubut sedang
.               Fungsinya  : Untuk menghasilkan atau untuk memperbaiki 
                                     perkakas – Perkakas secara produksi.  
          c)  Mesin bubut setandar
                Fungsinya  : Untuk pekerjaan yg lebih besar dari pada yg di kerjakan
                                     mesin bubut ringan dan sedang.
          d)  Mesin bubut beralas panjang.
     Fungsinya  : Untuk mengerjakan pekerjaan – pekerjaan yang panjang  
                          dan misalnya membuat poros – poros kapal, 
  poro transmisi yang panjang dan besar, bahan 
  roda gigi dll

Secara perinsip mesin bubut di bedakan menjadi  :
a)  Mesin bubut piston ( Revolver )
  Mesin bubut ini bekerja lebih ekonomis  pernyataan dengan beberapa
 perkakas secara bersama – sama di mungkinkan juga,lebih 
 menguntungkan
 dengan jumlah kecil.
           b)  Mesin bubut otomat.
     Mesin bubut otomat bekerja secara otomat, pada pembuatan 
     benda – benda Kerja yg di bubut dan bahan batangan,
     pekerjaan yg tidak dilakukan secara otomatis hanyalah
     batang – batang yg baru dan menyalurkan produk
     yang telah dikerjakan.
           c)  mesin bubut kepala.
Mesin bubut yang terutama digunakan untuk membubut
benda – benda kerja Berbentuk piringan seperti Roda gigi,
puli dan sebagainya.
           d)  Mesin bubut korsel.
Fungsinya untuk mengerjakan benda – benda kerja yg 
sama seperti mesin Bubut kepala.
           e)  Mesin bubut profil.
Fungsinya untuk pembubutan profil panjang, pahat profil tidak cocok,
itu Terlalu untuk penyayatan yang terang.
           f)  Mesin bubut penyalin
fungsinya untuk dapat pembuat poros bertingkat dan bantuan 
sebuah mal.
           g)  Mesin bubut belakang.
Fungsinya perkakas yg berbentuk bundar misalnya Frais 
sudut bebas V Dapat dibentuk dengan pengasahan tetapi
juga di kerjakan dengan jalan Pembuatan belakang.   

·   untuk menunjang pengoperasian mesin bubut dengan lancar mesin tsb diperlengkapi
dengan peralatan yang dapat di gunakan untuk mengerjakan benda kerja,
Sebutkan dan jelaskan fungsi dari masing2 peralatan tsb ?
Jawab :
Macam – macam peralatan pada mesin bubut dan fungsinya  :

a)   Pahat bubut.
Fungsinya di gunakan untuk menyayat benda kerja sehingga menjadi hasil Produk yang di inginkan.
b)   senter.
         Fungsinya untuk memikul benda kerja yang di bubut,
         senter ini di pasang Pada lubang poros kepala lepas dan kepala
         tetap.
c)   Pembawa dan pelat pembawa.
Fungsinya Membawa benda kerja untuk ikut berputar sewaktu membubut
Alat terbuat dari baja tuang.
d)   Pelat genggam.
Fungsinya alat yang di gunakan untuk menjepit benda kerja.
e)   Kollet atau tang penjepit.
Fungsinya untuk menjepit benda benda kerja yang sudah
halus dan bulat.
f)    Penyangga tetap dan penyangga jalan.
Fungsinya untuk menyokong / menunjang benda kerja yg
panjang di bubut agar tidak bergetar.
g)   Poros bantu (Mandel )
Fungsinya untuk membubut bagian luar benda kerja yg pendek dan
Berlubang bentuknya tirus atau lurus dan bagian ujungnya
ada yg  berulir.
h)   Karter.
Fungsinya untuk membuat alur – alur gerigian kecil pada
benda kerja.


·      Jelaskan Cara membubut benda kerja dalam bentuk tirus dengan :
a.   Menggeser kepala lepas ?
b.   Menggeser eretan atas ?
        Jawab :
a.  Cara membuat tirus dengan menggeser kepala lepas adalah 
    Telah di ketahui bahwa kepala lepas terdi atas dua bagian yaitu bagian  atas Dapat di gesr ke kiri dan kekanan dengan perantaraan sebuah baut, maka dlmPembuatan tirus, kepala lepas tersebut di geser kekanan / ke kiri sehingga letak titik sumbu antara senter kepala lepas dan kepala tetap tidak pas tetapi bergeser dalam arah horisontal, sehingga bila pahat bergerak sepanjang las mesin akan memakan benda kerja dengan arah yang sejajar Mesin dan hasilnya adalah diameter ujung kepala lepas tidak ma ( berbeda ) Dengan ujung benda kerja kepala tetap.

b)   Cara membuat tirus dengan menggeser eretan atas adalah  Pembuatan tirus dengan menggeser eretan atas dapat menghasilkan besarTirus yang tak terbatas dan 00 sampai 900 tetapi pada jarak yang pendekKarna panjang langkahnya terbatas, meskipun dapat jugu membuat tirus Pada jarak yang panjang tetapi caranya kurang praktis  karena harus di Lakukan secara bertahap. Dengan cara eretan atas di geser sekia derajat Dan kedudukannya dan pergerakannya di lakukan oleh tangan, dgn cara ini Kita dapat membubut tirus luar dan dalam.    
     
·   Jelaskan Prosedur kerja dalam melakukan pengeboran dengan menggunakan mesin
   bubut ?
Jawab :
a)   Kepala bebas harus dijepit erat pada bangku mesin, pada kedudukan 
      awal Silinder penjepit hanya boleh sedikit menjulur, laju dilakukan    
      dengan tangan
 dan dengan perantaraan sebuah roda tangan pada kepala lepas.
b)  Mata bor harus di jepit erat, pemboran pertama harus benar – benar 
     sentris
c)   Pemboran lubang besar harus di dahului dengan pemboran dengan mata bor kecil,
      lubang yang tembus sebaliknya di bor dari dua sisi.
d)   Laju harus di batasi terutama pada penembusan, harus lambat supaya mata
      bor tidak tertarik kedalam.
e)   Mata bor harus sering di tarik kembali untuk penyingkiran serpih / beram,
      pelumasan dan pendinginan yang intensif memungkinkan peningkatan   
      kecepatan dan pembuatan dinding lubang yang lebih hemat.
f)    Setiap mata bor membuat lubang yang lebih besar dan pada garis   
      tengahnya sendiri mata bor harus selalu tajam dan terasah dengan baik.

·   Agar mesin bubut dapat beroperasi dengan baik dan lancar serta aman perlu adanya prosedur keselamatan pada mesin bubut. Jelaskan 
     prosedur tsb ?
Jawab :
        Prosedur keselamatan pada mesin bubut  :
a)  Sabuk (puli ) yang sedang berjalan tidak boleh di pasang dengan tangan telanjang.
b)  Benda kerja dan cekam yang sedang bergerak tidak boleh dsentuh dengan tangan,
     pembubutan dalam tidak boleh dibersihkan beramnya dalam keadaan mesin masih berputar,
     waktu bekerja operator tidak boleh bergurau dan bekerja secara sembrono ( seenaknya).
c)  Penyingkiran beram harus di lakukan dengan alat kusus tidak boleh di  lakukan dengan tangan telanjang.
d)  Tidak boleh lupa harus harus mencabut kunci – kunci, pencekam cakra,    tidak boleh terlalu banyak menjulur keluar.
e)  Jangan melakukan pengukuran dengan alat pengukur pada benda kerja dalam keadaan berputar.
f)   Perlengkapan perlindungan mesin boleh di buka hanya pada waktu mesin sudah mati ( tidak berjalan ).
g)  Pakaian kerja dan kaca mata pengaman harus di kenakan sewaktu bekerja dengan mesin.
h)  Rambut yang panjang harus di cukur pendek, lengan baju yang panjang harus di gulung sampai di atas siku,
     cincin dan jam tangan harus di lepas sewaktu bekerja.
i)   luka – luka kecil pada mesin harus di perhatikan dan dirawat.
  j)   Tidak boleh melakukan pekerjaan reparasi pada mesin yang
sedang berjala
  • Dalam pekerjaan Las dg Oksi-asytilen, oksigen perlu disediakan dalam keadaan siap pakai dan mempunyai kemumian yang tinggi.Jelaskan cara melakukan pemurnian oksigen yang terkandung pada udara bebas ? Jawab : 
  • Cara melakukan pemurnian oksigen yang terkandung di alam bebas  : 
    Udara bebas yg terdapat di sekeliling kita sebagian besar terdiri dari dua bagian, yaitu 77% Nitrogen dan 23 % oksigen. Oksigen dapat di pisahkan dari udara bebas dengan proses elektrolisis atau dengan cara mencairkan udara bebas yang kemudian di uapkan lagi. Pemisahan antara oksigen dan nitrogen dapat terjadi karna kedua gas ini mempunyai titik didih yang berbeda, yaitu oksigen - 1830C dan nitrogen - 1960C. Karena selisih titik didih yg kecil maka sulit diproleh oksigen murni, sehingga untuk memperoleh oksigen yg mempunyai derajay kemurnian tinggi di perlukan pemurnian. Derajat kemurnian oksigen yang di peroleh dapat mencapai sekitar 99,5 %. Oksigen murni tdk berwarna dan tdk berbau.
    Oksigen yang telah di murnikan di kompresikan ke dalam tanki-tanki baja dengan tekanan kerja antara 15 Kg/Cm sampai dengan 30 Kg/Cm.pada saat akan di gunakan oksigen cair perlu di ubah menjadi gas terlebih dahulu dengan alat yg di sebut gasifikalor atau dengan pompa plunyer. Oksigen yang di ubah menjadi gas akan mempunyai tekanan yg lebih besar dan dapat di simpan dalam tabung – tabung baja. Dan tabung – tabung baja ini dapat di ketahui kemurniannya dengan alat oxygen Pyrity Test yang perinsipnya mereaksikan oksigen dengan amonia yg di larutkan dalam cuci.
      
    Asytilen merupakan salah satu unsur terpenting dalam pekerjaan las dg menggunakan oksi asytilen, Asytilen diperoleh lewat reaksi kimia dalam bentuk gas. Jelaskan cara pembuatan Gas Asytilen tsb ?
  • Jawab :
         Cara pembuatan Asytilen adalah sebagai berikut  :
    Asytilen C di peroleh dengan cara mereasikan CaC ( Kalsium karbida ) dengan air
    Karbit atau CaC senyawa kimia antara CaO ( Kapur ) dengan C ( Karbon)  Dengan demikian Asytilen merupakan gas hydrokarbon yang di peroleh dari unsur – unsur kapur, karbon dan air.
    Asytilen tidak berwarna dan tidak berbau, kalau asytilen yang sering kita jumpai berbau, hal ini di sebabkan oleh terdapatnya kotoran belerang dan fospor. Asytilen merupakan gas yang sangat mudah terbakar atau meledak akibat kenaikan tekanan dan temperatur. Terbakarnya atau meledaknya gas asytilen juga sangat mungkin oleh faktor – faktor yang lain misalnya kotoran, katalisator, kelembaban, sumber – sumber penyalaan, kualitas tempat penyimpanan yang tidak baik. Karena alasan –alasan tersebut, maka tekanan kerja pada pembangkit gas asytilen hanya di ijinkan sampai pada tekanan 1,5 Kg/Cm. Penyimpanan gas asytilen ke dalam tabung – tabung baja di lakukan dengan tekanan kerja lebih dari 2 Kg/Cm temperatur kritis untuk gas asytilen yaitu sebesar 39,50C.
           
         sebelum pengelasan dimulai sebaiknya semua peralatan yang akandipergunakan terlebih dahulu disiapkan, sehingga proses pengelasan akan berjalan lancar. Jelaskan hal-hal yang harus disiapka
    Jawab :
       Hal – hal yang harus di persiapkan antara lain  :
    1. Peralatan utama antara lain : tabung gas asytilen dan regulatornya atau generator asytilen, tabung gas oksigen dan regulatornya, slang – slang gas dan brander.
    2. Peralatan bantu untuk memperlancar dan memper mudah proses pengelasan. Alat – alat bantu ini meliputi : korek api, alat pengaman ( sarung tangan, kaca mata las ), sikat baja peralatan kerja bangku bila di perlukan, pemadam kebakaran, dan lain sebagainya.
    3. Bahan – bahan yang di gunakan, seperti fluks atau boraks jika di perlukan        ( sesuai dengan jenis pengelasan ), kawat / batang las ( logam pengisi ), logam induk.
    4. Logam induk, misalnya membersihkan permukaan yang akan di las dan sisa – sisa oksida, minyak, karat, kerak, cat, dan lain sebagainya. Pembersihan bisa di lakukan dengan cara mekanis,pembasuhan dengan zat kimia, pembersihan dengan zat air atau uap, dan sebagainya.
    5. Pemotongan sisi atau pembuatan sudut kampuh sesui dengan ketentuan, baik secara mekanis maupun secara teknis.

    ·   Hasil pengelasan sangat ditentukan oleh teknik-teknik yang benar.JelaskanTeknik pengelasan dibawah ini :
    a). Posisi Pengelasan ?
    b). Arah Pengelasan ?
    Jawab :
    a)  Posisi pengelasan.
    Posisi brander terhadap benda kerja yang di las sangat mempengaruhi hasi pengelasan, posisi benda yang akan di las tidak semua dapat di letakan pada posisi yang mudah di las.

    Ada bermacam – macam posisi benda kerja, antara lain sebagai berikut :
    1.  Posisi di atas kepala.
        Letakan benda kerja di atas kepala sehingga pengelasan hanya dapat di     lakukan dari bawah.
    2.  Posisi tegak.
         Letakkan benda kerja tegak sehingga arah pengelasan di lakukan pada arah naik turun.
    3.  Posisi mendatar.
         Letak benda kerja mendatar setinggi bahu operator las sehingga pengelasan di lakukan pada arah mendatar maju atau mundur.
    4.  Posisi di bawah tangan.
         Benda kerja terletak di bawah tangan operator las di atas bidang datar, arah pengelasan maju maupun mundur, posisi ini yang paling mudah dan paling banyak di gunakan.

    b)   Arah pengelasan.
    Ada dua cara arah pengelasan, yaitu cara maju atau cara
    mundur backhand.
             
    ·    Jelaskan langkah kerja dalam  melakukan pengelasan pemenasan pendahuluan pada logam induk (pencairan logam induk) ?
         Jawab :
    Langkah yg di lakukan pemanasan pada logam induk , sebelum melakukan      pengelasan. Pemanasan pendahuluan pada bagian yang mau di las sampai logam induk mencair sehungga langkah ini sering di sebut pencairan logam induk.

    ·    Jelaskan proses pengelasan sambungan sudut luar untuk menyambung dua buah plat menjadi satu kesatuan ? 
    Jawab :
     Sebagai Contoh   :
    a)   Siapkan 2 buah pelat baja lunak dengan ukuran 5 mm X 50 mm X 200 mm.
    b)   Elektroda jenis E 6013 ( Diameter 3.2 mm )
    c)   Siapkan mesin las AC.

    Langkah – langkah kerjanya sebagai berikut   :

    a)  Hidupkan mesin las AC dengan pengatur Arus 130 Amp.
    b)  Lakukan las titik pada jarak 2 mm dan kedua ujng sambungan untuk mengunci   benda kerja yang sudah diset agar tidak berubah posisi.
    c)  Lakukan pengelasan pertama tanpa gerak ayunan dengan arus listrik 130  Amper dan posisi elektroda arah memanjang 700 dan posisi arah melintang 900
    d)  Buat gerakan elektroda dengan ayunan untuk pengelasan kedua  dengan elektroda yang sama dan akan lebih baik jika arus dinaikan  menjadi 140 Amper.
    e) Bersihkan hasil pengelasan dan terak yang terbentuk dengan palu terak.

    ·    Bagian yang sangat penting dalam las busur listrik, adalah elektroda las, untuk pengelasan benda-benda yang butuh kekuatan mekanis diperlukan elektroda berselaput. Jelaskan fungsi dari selaput elektroda ?
    Jawab :
         Fungsi dari selaput elektroda adalah  :
    1. Mencegah terbentuknya oksida – oksida dan Nitrida logam, sewaktu pengelasan berlangsung.
    2.   Membuat terak pelindung sehingga dapat mengurangi kecepatan pendinginan,
         hal ini bertujuan agar las – lasan yang terjadi tidak getas dan rapuh.
    3.   Memberikan sifat – sifat khusus terhadap hasil las – lasan dengan cara
          Menambah zat – zat tertentu yang terkandung dalam selaput.
    4.   menstabilkan terjadinya busur api dan mengarahkan nyala busur api sehingga
          mudah di kontrol.
    5.   Membantu mengontrol ukuran dan frekuensi tetesan logam cair.
    6.   Memungkinkan di lakukannya posisi pengelasan yang berbeda – beda. 

Kode elektroda yang berupa huruf dan angka mempunyai arti khusus yang sangat berguna untuk pemilihan elektroda. Jelaskan arti dari kode Elektronika E6010 ?
Jawab :     

Arti dari kode Elektronika E 6010 adalah  :
E   =   Elektroda untuk las busur listrik
60 =   Menyatakan nilai tegangan tarik minimum hasil pengelasan di kalikan  dengan 1000
           Psi, jadi 60.000 Psi.
1  =   Mentatakan posisi pengelasan, angka 1 berarti dapat di gunakan untuk pengelasan
           Semua posisi.
0  =   Elektroda dengan penembusan dalam. Bahan dan selaput selulosa soda. Bentuk
           Rigi – rigi cembung atau atau.

Komentar